Komodo – Kadal Raksasa Asli Indonesia yang Butuh Dilestarikan

Komodo, atau biasa disebut kadal monitor Komodo dan juga biawak Komodo (Varanus komodensis) adalah spesies kadal terbesar dan terberat yang ada di dunia. Komodo adalah salah satu dari sedikit jenis kadal yang berbisa, mereka mengandalkan indera penciuman untuk menditeksi makanan. Komodo sendiri keberadaannya hingga saat ini cukup mengkhawatirkan, karena spesiesnya yang semakin terbatas dan menurun. Mereka hidup di kepulauan sunda kecil di Indonesia, tepatnya di provinsi Nusa Tenggara Timur yang di mulai dari pulau Rinca, Pulau Flores, Pulau Padar dan juga Pulau Komodo sendiri yang berluas sekitar 390 kmĀ². Oleh karena itulah semakin banyak mata dan organisasi menunjukan perhatiannya kepada komodo dari seluruh dunia, terutama para praktisi dari permaian judi online yang memiliki perputaran uang besar. Diantaranya dimulai dari agen bola hokipanda yang ikut menjadi pelopor dalam melestarikan komodo dengan mengumpulkan dana bantuan dari setiap 5% pendapatan mereka dari setiap klik untuk link sbobet mereka demi membantu menjaga kelestarian komodo di dunia. Hokipanda adalah agen judi bola yang berdiri sejak tahun 2015 dan beroperasi di Indonesia. Salah satu perusahaan yang turut bergerak dalam pelestarian satwa langka di Indonesia.

Komodo Dragon Terbesar

Seperti kadal monitor lainnya, Komodo menggunakan lidah mereka yang panjang dan bercabang untuk mengetahui bau di udara. Komodo dapat menunggu berjam-jam untuk mendapat mangsa besar yang berkeliaran dalam jangkauan mereka sebelum menyerang dengan kekuatannya yang besar serta gigitannya yang berbahaya. Kadal ini merupakan kadal terbesar yang masih hidup sampai saat ini. Kadal yang biasanya juga disebut sebagai Komodo dragon ini memiliki berat rata rata 70kg. Dengan spesimen terbesar yang pernah ditemukan mencapai berat 166kg dengan panjang 3.13 meter.Komodo berjenis kelamin jantan mempunyai ukuran yang lebih besar daripada Komodo berjenis kelamin betina.

Komodo merupakan kadal karnivora, mereka memakan hampir segala jenis daging, namun mereka lebih menyukai memakan daging bangkai. Komodo yang masih muda biasanya memakan kadal kecil, serangga, ular dan burung. Bila Komodo sudah berumur 5 tahun, mereka akan mencoba mencari mangsa yang lebih besar, seperti tikus, kambing, monyet, babi hutan dan bahkan rusa yang menjadi favorit mereka. Komodo juga mempunyai sifat kanibalistik.

Komodo dapat berlari dengan kecepatan 16 sampai 20 kilometer per jam, dan juga melakukan strategi berburu secara diam-diam dengan kekuatan menerkam. Mereka dapat berdiam diri pada jalur mangsanya untuk menunggu rusa menyeberang atau berjalan didekatnya, setelah itu mereka dapat meluncurkan serangannya. Bila terkaman itu tidak berhasil, kematian hewan buruannya dapat dipastikan karena terkena gigitan dan air liurnya. Gigitan Komodo yang mematikan dan beracun untuk hewan lain, tidak terjadi pada Komodo lainnya, hal ini terbukti pada saat mereka bertarung satu sama lain, racun dari air liur mereka tidak saling mempengaruhi. Para ilmuwan berpendapat ada antibodi khusus pada Komodo.

Selain air liurnya yang beracun Komodo juga memiliki kemampuan melihat benda sejauh 300 meter. Mata Komodo berfungsi lebih baik ketika melihat benda yang bergerak. Penciuman adalah alat penditeksi utama Komodo dalam mencari makan, Komodo menggunakan lidahnya untuk mengenali molekul bau di udara. Mereka mampu menditeksi bangkai dengan jarak hingga 4 kilometer. Namun Komodo mempunyai indera pendengaran yang lemah, mereka tidak dapat mendengar suara bernada rendah dan jeritan bernada tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *