Jenis Racun Ular Yang Paling Cepat Bereaksi Dengan Darah Manusia

Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis ular, beberapa diantaranya termasuk ke dalam kategori ular yang berbahaya karena apabila tergigit, racun dari ular tersebut dapat menimbulkan kelumpuhan bahkan kematian. Racun yang dimiliki ular pada dasarnya memiliki fungsi untuk melemahkan mangsanya dan juga sebagai alat untuk mempertahankan diri. Racun ular merupakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar dari perpaduan air liur dengan enzim pembentuk racun dan beberapa jenis protein tergantung dari spesies ular tersebut. Kelenjar ini biasanya terletak di setiap sisi kepala di bawah dan di belakang mata, Kelenjar ini dapat menyimpan racun sebelum nantinya disalurkan melalui taring,taring ular sendiri berfungsi seperti jarum suntik untuk menyalurkan racun ke dalam tubuh mangsanya.Racun ular sendiri juga terdiri dari berbagai jenis diantarnya adalah:

Pengambilan Racun Ular
  1. Kardiotoksin
    Racun jenis ini merupakan racun dengan efek spesifik pada jantung, seperti merusak serat serat otot jantung yang menyebabkan kerusakan pada otot jantung tersebut. Racun ini ditemukan pada ular mamba, ular laut dan juga beberapa jenis ular kobra.
  2. Hemotoksin
    Racun Hemotoksin adalah racun yang menghancurkan sel-sel darah merah atau yang menyebabkan hemolisis. Racun ini mengganggu pembekuan darah sehingga menyebabkan degenerasi organ dan kerusakan jaringan umum. Istilah Hemotoksin agaknya sedikit keliru, karena racun ini tidak hanya merusak darah (hemo) tetapi juga berakibat pada jaringan lain. Reaksi dari racun ini sangat cepat dan menyakitkan, biasanya korban akan mengalami pembengkakan pada daerah gigitan, lalu hanya dalam beberapa menit korban akan merasa sakit dan rasa panas yang luar biasa, Pada beberapa kasus yang parah racun ini dapat menyebabkan kematian. Meskipun proses kematian akibat racun ini lebih lambat daripada racun neurotoksin. Racun ini terdapat pada ular derik, ular sendok dan juga ular bangkai laut.
  3. Nefrotoksin
    Racun nefrotoksin merupakan racun yang biasanya terdapat pada gigitan ular bandotan puspa, racun ini secara efektif menyerang daerah fungsi ginjal sehingga dapat menyebabkan gagal ginjal akut. Antibisa dari racun ini secara khusus sudah dibuat oleh palang merah Thailand dengan nama “Russell’s Viper Antivenin”.
  4. Neurotoksin
    Racun ini menggangu penghantan sinyal pada neuron, yang merusak sistem syaraf. Racun Neurotoksin terbagi menjadi dua, yang pertama Pre-synaptic neurotoxins yang terdapat pada family ular Elapidae dan Viperidae, mengandung phospholipases A2 yang merusak ujung syaraf, lalu Post-synaptic neurotoxin yang terdapat pada family Elapidae mengandung polipeptida secara lengkap dan dapat mengakibatkan kelumpuhan.
  5. Sitotoksin
    Racun sitotoksin terdapat pada jenis ular tanah dan ular kobra, racun jenis ini akan menyerang daerah sitoplasma yang menyebabkan rasa sakit, melepuh, serta pembengkakan besar.
  6. Miotoksin
    Racun ini menimbulkan rasa nyeri yang parah pada otot karena racun ini secara efektif menyerang sel otot. Biasanya racun ini terdapat pada jenis ular laut.
  7. Nekrotoksin
    Seperti namanya racun ini adalah racun yang bersifat nekrosis atau menyebabkan kematian. Racun ini banyak terdapat pada family ular Elapidae yang berbisa tinggi. Racun ini akan menyebar melalui darah dan menghancurkan jaringan yang teraliri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *